Indonesia:landmarks

From waze
Jump to: navigation, search

Pembuatan dan Penamaan Petanda

Petanda (Landmark) digunakan untuk menunjukkan tempat-tempat penting yang mungkin berguna untuk pengguna Waze di jalan. Petanda dapat dicari dari aplikasi Waze dengan menggunakan menu Navigate di dalam aplikasinya.

Pada umumnya, untuk penanda-penanda tertentu, Waze akan memberikan hasil bukan dari petanda-petanda Waze sendiri, tetapi dari hasil pencarian Mesin Pencari Lain, seperti Foursquare. Untuk hasil-hasil seperti ini, akan digunakan istilah Point of Interest (POI) di dalam penjelasan di bawah.

Ukuran Petanda Yang Akan Terlihat di Waze

Aplikasi Waze tidak akan menampilkan sebuah petanda jika:

  1. Petanda berukuran lebih kecil dari 40m x 40m (1600 m²).
  2. Petanda mempunyai ukuran lebih kecil dari 50m jika diukur dari sumbu X atau Y. Jika ukuran salah satu sumbu lebih dari 50m, tidak ada peraturan untuk sumbu lainnya.

275px-MinArea.png

Luas Petanda tidak memiliki pengaruh untuk tampilan di aplikasi Waze.

Untuk acuan besarnya petanda yang ditampilkan, bisa gunakan spesifikasi SPBU Pertamina untuk luas sebuah petanda.

Best Practice Pembuatan Petanda

Secara umum, Best Practice untuk pembuatan petanda di WME di seluruh dunia adalah sebagai berikut:

  1. Petanda menghabiskan banyak ruang di Database Waze. Jadi disarankan untuk tidak membuat petanda-petanda kecil yang tidak berguna bagi kebanyakan pengguna Waze.
  2. DILARANG membuat petanda yang hanya digunakan oleh pribadi-pribadi tertentu: Rumah Nomor 15, Rumah Besar Keluarga XXXX.
  3. DILARANG memetakan kompleks perumahan dan ruko-ruko sebagai petanda, apapun tipe petanda yang digunakan. Petanda kompleks perumahan hanya akan membebani kinerja aplikasi Waze. Untuk apartemen, lihat bagian #Umum (Public) di bawah. Untuk kompleks perumahan, gunakan nama kompleks perumahan itu di jalan utama kompleks tersebut untuk mengaktifkan navigasi ke kompleks itu.
  4. Masih berhubungan dengan kompleks/kluster perumahan, DILARANG menambahkan petanda-petanda bagian dari perumahan tersebut, terlebih petanda-petanda yang tidak jelas, seperti Blok B, Kluster Melati. Banyak tempat yang bisa memiliki penamaan yang sama, dan petanda-petanda seperti di atas tidak akan berguna bagi pengguna Waze saat berkendaraan.
  5. DILARANG membuat petanda untuk bisnis pribadi: Warung Gudeg Pak Nasir, Bengkel Sinaga Bros, karena kemungkinan besar bisnis-bisnis tersebut akan berubah dengan cepat.
  6. Cobalah menghindari menempelkan petanda ke jalan-jalan yang BUKAN bagian dari petanda tersebut, karena hal tersebut bisa mengganggu navigasi Waze.

Format Khsus Pembuatan dan Penamaan Petanda

Transportasi (Transportation)

  1. SPBU (Gas Station)
    1. Dipetakan di batas-batasnya, dan TIDAK BOLEH menempel pada jalan-jalan yang dilewatinya.
    2. Gunakan petanda ini untuk menandakan Rest Area yang terdapat di jalan-jalan tol.
    3. DILARANG untuk memetakan SEMUA jalan yang ada di dalam SPBU, karena akan membebankan kinerja aplikasi Waze.
    4. SPBU menekan Sistem Otomatis Navigasi Waze, dan karena itu sangatlah penting bahwa Lahan Parkir TIDAK tersambung dengan jalan-jalan yang bukan bagian darinya.
    5. Secara praktek, SPBU sebenarnya TIDAK PERLU dipetakan, karena sudah ditangani Pencarian POI. Tetapi, untuk kelengkapan, SPBU BOLEH dipetakan di WME.
    6. Penamaan SPBU yang disarankan adalah sebagai berikut:
      1. SPBU-SPBU Pertamina: Gunakan format SPBU XX-YYYYY[Z] untuk SPBU-SPBU Pertamina. Contoh: SPBU 34-15137. Beberapa SPBU Pertamina lama masih menggunakan format SPBU XX.YYY.ZZ[Z]. Penamaan ini diganti menjadi SPBU XX-YYYZZ[Z].
      2. SPBU-SPBU Non-Pertamina (Shell, Total): Gunakan format SPBU Shell/Total <Nama Cabang>. Contoh: SPBU Shell S. Parman.
  2. Gerbang Tol (Toll Booth) - Dipetakan untuk Gerbang Tol. Gunakan format Gerbang Tol <Nama Gerbang> untuk penamaan. <Nama Gerbang> dapat dilihat di atas Gerbang Tol, atau di kertas tanda terima pembayaran tol. Contoh: Gerbang Tol Tomang.
  3. Terminal (Terminal) - Tidak digunakan saat ini. Untuk Stasiun/Terminal Bus, gunakan Petanda tipe Terminal Bus di bawah, dan JANGAN menggunakan Petanda tipe Terminal ini.
  4. Bandara (Airport) - Dipetakan di batas-batasnya, termasuk Lahan-lahan Parkir yang ada di dalamnya. DILARANG memetakan Lahan Parkir di dalam Bandara sebagai petanda yang berbeda.
    1. Landasan Pesawat (Runway/Taxiway) TIDAK BOLEH ditambahkan juga, karena tidak memberikan manfaat. Cobalah untuk menghindari jalan-jalan menuju ke Bandara dengan petanda Bandara.
  5. Stasiun Kereta (Train Station) - Sama dengan Bandara
  6. Terminal Bus (Bus Station/Bus Terminal) - Sama dengan Bandara
  7. Pelabuhan (Sea Port) - Sama dengan Bandara
  8. Lahan Parkir (Parking Lot)
    1. PENTING!!! Dipetakan HANYA untuk lahan parkir yang dikhususkan untuk parkir. Jika di dalam sebuah petanda terdapat lahan parkir, lahan-lahan parkir tersebut TIDAK BOLEH dipetakan lagi.
    2. DILARANG untuk memetakan SEMUA jalan yang ada di dalam SPBU, karena akan membebankan kinerja aplikasi Waze.
    3. Lahan Parkir menekan Sistem Otomatis Navigasi Waze, dan karena itu sangatlah penting bahwa Lahan Parkir TIDAK tersambung dengan jalan-jalan yang bukan bagian darinya.
  9. Persimpangan (Junction/Interchange) - Dipetakan untuk menghubungkan jalan-jalan tol. Penamaan yang digunakan adalah <Nama Interchange> Interchange, seperti contoh.
  10. Jembatan Besar (Bridge) - Jembatan-jembatan besar seperti Jembatan Ampera dipetakan sebagai persegi panjang atau busur yang memasukkan bagian jalannya.
  11. Terowongan (Tunnel) - Sama dengan Jembatan
  12. Stasiun Kereta Bawah Tanah (Subway Station) - Tidak dipetakan. Jika di masa depan Indonesia mempunyai jalur kereta bawah tanah, pemetaan Stasiun Kereta Bawah Tanah akan menjadi sama dengan pemetaan Stasiun Kereta.
  13. Jalur Ferry (Ferry Lane) - Gunakan Jalan Layanan (Secondary Road) untuk memetakan Jalur Ferry seperti contoh.
  14. Penyewaan Mobil (Car Rental) - Tidak dipetakan. Agen-agen penjual mobil TIDAK BOLEH dipetakan sebagai Penyewaan Mobil. Ditangani oleh Pencarian POI.
  15. Bengkel (Garage) - Tidak dipetakan. Agen-agen penjual mobil TIDAK BOLEH dipetakan sebagai Bengkel.

Kesenggangan (Leisure)

  1. Taman (Park)
    1. Dipetakan di batas-batasnya, termasuk parking lot(s) yang terdapat di dalamnya. DILARANG memetakan Lahan Parkir di dalam petanda.
    2. Lapangan-Lapangan Golf dimasukkan di dalam petanda ini, bukan di petanda Stadion/Fasilitas Olah Raga.
    3. Taman-taman lokal yang berada di kompleks perumahan TIDAK BOLEH dipetakan sebagai taman.
  2. Museum/Pusat Pengunjung/Monumen (Museum/Visitor Center/Monument) - Dipetakan di batas-batasnya, termasuk Lahan-lahan Parkir yang ada di dalamnya. DILARANG memetakan Lahan Parkir di dalam petanda sebagai petanda yang berbeda.
  3. Mall/Pusat Perbelanjaan (Mall/Shopping Center)
    1. Dipetakan di batas-batasnya, termasuk Lahan-lahan Parkir yang ada di dalamnya. DILARANG memetakan Lahan Parkir di dalam petanda sebagai petanda yang berbeda.
    2. DILARANG untuk memetakan SEMUA toko yang ada di dalam petanda Mall/Pusat Perbelanjaan, karena akan membebankan kinerja aplikasi Waze.
  4. Warung/Kios (Convenience Store/Kiosk) - DILARANG KERAS untuk dipetakan, karena jumlahnya yang terlalu banyak. Petanda-petanda yang ditemukan akan selalu dihapus dari WME. Ditangani oleh Pencarian POI.
  5. Restoran/Bar/Kedai Kopi (Restaurant/Bar/Coffee Shop) - TIDAK HARUS dipetakan. Ditangani oleh Pencarian POI. Lihat bagian #Best Practice Pembuatan Petanda
  6. Stadion/Fasilitas Olahraga (Stadium/Sports Facility)
    1. Dipetakan di batas-batasnya, termasuk Lahan-lahan Parkir yang ada di dalamnya. DILARANG memetakan Lahan Parkir di dalam petanda sebagai petanda yang berbeda.
    2. Lapangan olahraga di dalam kompleks perumahan DILARANG ditandai sebagai Stadion/Fasilitas Olahraga. Gunakan petanda Taman untuk fasilitas tersebut.
  7. Hotel/Motel/Penginapan (Hotel/Motel/Guest Room)
    1. TIDAK HARUS dipetakan. Ditangani oleh Pencarian POI.
    2. Jika dipetakan, gunakan format Hotel/Motel/Penginapan <Nama Hotel> untuk penamaannya.
    3. Tempat Kos DILARANG menggunakan petanda ini.
  8. Klub/Gedung Konser (Club/Concert Hall) - Dipetakan di batas-batasnya, termasuk Lahan-lahan Parkir yang ada di dalamnya. DILARANG memetakan Lahan Parkir di dalam petanda sebagai petanda yang berbeda.
  9. Pantai (Beach) - Tidak digunakan.
  10. Tempat Berkemah/Taman RV (Camp Site/RV Park) - Tidak berlaku di Indonesia. Ditangani oleh Pencarian POI.
  11. Kasino (Casino) - Tidak berlaku di Indonesia. Ditangani oleh Pencarian POI.
  12. Marina (Marina) - Tidak digunakan. Ditangani oleh Pencarian POI.
  13. Promenade/Boardwalk (Promenade/Boardwalk) - Tidak berlaku di Indonesia.
  14. Toko/Kedai (Store/Stall) - Sama dengan Warung/Kios.

Alam (Nature)

  1. Pulau (Island) - Digunakan untuk memetakan sebuah pulau.
  2. Laut/Danau/Bendungan (Sea/Lake/Levee)
    1. Digunakan hanya untuk Danau dan Bendungan. Dipetakan di batas-batasnya.
    2. Gunakan format Danau/Bendungan <Nama> untuk penamaan. Contoh: Bendungan Jatiluhur, Danau Toba.
  3. Sungai/Kali (River/Stream)
    1. Gunakan format Sungai/Kali/Saluran <Nama> untuk penamaan. Contoh: Sungai Cisadane, Kali Cikeas, Banjir Kanal Timur.
    2. DILARANG menambahkan informasi kota untuk petanda ini, karena petanda ini bisa melewati lebih dari satu kota.
  4. Hutan/Belukar (Forest/Grove) - DILARANG dipetakan, karena hanya akan membebani kinerja aplikasi Waze tanpa ada manfaat.
  5. Pertanian (Farmland) - DILARANG dipetakan, karena hanya akan membebani kinerja aplikasi Waze tanpa ada manfaat.
  6. Tanah (Gravel) - DILARANG dipetakan, karena hanya akan membebani kinerja aplikasi Waze tanpa ada manfaat.
  7. Zona Bahaya (Danger Zone) - Dipetakan untuk menandakan daerah-daerah yang rawan bencana, seperti kaki gunung dan sekitarnya.

Umum (Public)

  1. Tempat Ibadah (Religious Site)
    1. Dipetakan di batas-batasnya, termasuk Lahan-lahan Parkir yang ada di dalamnya. DILARANG memetakan Lahan Parkir di dalam petanda sebagai petanda yang berbeda.
    2. Untuk penamaan, nama tempat ibadah tersebut HARUS terdapat di penamaan. Tempat Ibadah yang tidak diberikan nama seperti Masjid, Gereja Kristen Indonesia tanpa ada nama di belakangnya akan dihapus.
  2. Bank (Bank) - DILARANG dipetakan. Ditangani oleh Pencarian POI.
  3. Gedung Perkantoran (Office Building) - Dipetakan untuk gedung-gedung tinggi (10 lantai atau lebih). Lihat bagian #Best Practice Pembuatan Petanda
  4. Industri (Industry) - Tidak dipetakan. Ditangani oleh Pencarian POI. Petanda Industri akan dihapus dari WME.
  5. Gedung Untuk Umum (Public Building)
    1. Petanda ini termasuk Perpustakaan, Apartemen.
    2. Gunakan format Perpustakaan/Apartemen <Nama> untuk penamaan. Untuk kompleks apartemen yang menggunakan nama Bahasa Inggris, gunakan format <Name> Apartment untuk penamaan.
    3. Dipetakan di batas-batasnya, termasuk Lahan-lahan Parkir yang ada di dalamnya. DILARANG memetakan Lahan Parkir di dalam petanda sebagai petanda yang berbeda.
  6. Tujuan Wisata/Pertunjukan (Tourist Site/Attraction)
    1. Dipetakan di batas-batasnya, termasuk Lahan-lahan Parkir yang ada di dalamnya. DILARANG memetakan Lahan Parkir di dalam petanda sebagai petanda yang berbeda.
    2. DILARANG untuk memetakan SEMUA bagian pertunjukan yang ada di dalam petanda Tujuan Wisata/Pertunjukan, karena akan membebankan kinerja aplikasi Waze.
  7. ATM (ATM) - Sama dengan Bank.
  8. Apotek (Pharmacy) - Sama dengan Warung/Kios.
  9. Swalayan/Pasar (Supermarket/Market)
    1. Dipetakan di batas-batasnya, termasuk Lahan-lahan Parkir yang ada di dalamnya. DILARANG memetakan Lahan Parkir di dalam petanda sebagai petanda yang berbeda.
    2. DILARANG digunakan untuk mini market seperti Alfa Midi atau Carrefour Express. Mini market merupakan bagian dari petanda Warung/Kios.
    3. Untuk Pasar Tradisional, gunakan format Pasar <Nama> untuk penamaan
    4. Untuk supermarket/hypermarket, gunakan format <Nama super/hypermarket> <lokasi>. Contoh: Carrefour Puri Indah, Giant BSD City.

Layanan Umum (Public Service)

  1. Rumah Sakit/Klinik (Hospital/Clinic)
    1. Dipetakan di batas-batasnya, termasuk Lahan-lahan Parkir yang ada di dalamnya. DILARANG memetakan Lahan Parkir di dalam petanda sebagai petanda yang berbeda.
    2. Gunakan format RS/Klinik/Puskesmas <Nama Rumah Sakit/Klinik> untuk penamaan. Untuk Rumah Sakit yang menggunakan Bahasa Inggris, gunakan format <Hospital Name> Hospital untuk penamaan.
    3. Nama Rumah Sakit tersebut HARUS terdapat di penamaan. Rumah Sakit/Klinik yang tidak diberikan nama seperti Rumah Sakit, Puskesmas tanpa ada nama di belakangnya akan dihapus.
  2. Lapas/Penjara (Correction Facility/Prison)
    1. Dipetakan di batas-batasnya, termasuk Lahan-lahan Parkir yang ada di dalamnya. DILARANG memetakan Lahan Parkir di dalam petanda sebagai petanda yang berbeda.
    2. Gunakan format LP <Nama Penjara/Lapas> untuk penamaan. Contoh: LP Cipinang.
  3. Daerah Militer (Military Site)
    1. Dipetakan di batas-batasnya, termasuk Lahan-lahan Parkir yang ada di dalamnya. DILARANG memetakan Lahan Parkir di dalam petanda sebagai petanda yang berbeda.
    2. DILARANG untuk memetakan jalan-jalan di dalam petanda ini, karena petanda ini adalah petanda sensitif.
  4. Gedung Pemerintahan/Kota Praja (Government/Municipal Building)
    1. Dipetakan di batas-batasnya, termasuk Lahan-lahan Parkir yang ada di dalamnya. DILARANG memetakan Lahan Parkir di dalam petanda sebagai petanda yang berbeda.
    2. DILARANG untuk memetakan SEMUA bagian pertunjukan yang ada di dalam petanda Gedung Pemerintahan/Kota Praja, karena akan membebankan kinerja aplikasi Waze.
    3. DILARANG menggunakan kata Kantor untuk penamaan. Gunakan format Kecamatan/Kelurahan/Walikota/Kementerian/dsb <Nama Instansi/Daerah> untuk penamaan. Contoh: Kecamatan Gambir, Kementerian Pemuda dan Olahraga.
  5. Kantor Polisi (Police Station)
    1. Dipetakan di batas-batasnya, termasuk Lahan-lahan Parkir yang ada di dalamnya. DILARANG memetakan Lahan Parkir di dalam petanda sebagai petanda yang berbeda.
  6. Universitas/Perguruan Tinggi/Akademi (University/College/Academy)
    1. Dipetakan di batas-batasnya, termasuk Lahan-lahan Parkir yang ada di dalamnya. DILARANG memetakan Lahan Parkir di dalam petanda sebagai petanda yang berbeda.
    2. Gunakan format Universitas/Akademi <Nama Universitas> untuk penamaan.
    3. DILARANG untuk memetakan SEMUA bagian gedung kampus yang ada di dalam petanda ini, karena akan membebankan kinerja aplikasi Waze.
  7. Sekolah/TK/SMP/SMA (School/Kindergarten/Junior High/High School)
    1. Dipetakan di batas-batasnya, termasuk Lahan-lahan Parkir yang ada di dalamnya. DILARANG memetakan Lahan Parkir di dalam petanda sebagai petanda yang berbeda.
    2. Gunakan format Sekolah/TK/SD/SMP/SMA/SMK/dsb <Nama Sekolah> untuk penamaan. Untuk sekolah yang mempunyai banyak tingkat, gunakan istilah Sekolah untuk penamaannya.
    3. DILARANG untuk memetakan SEMUA bagian gedung sekolah yang ada di dalam petanda ini, karena akan membebankan kinerja aplikasi Waze.
  8. Pemakaman (Cemetery)
    1. Dipetakan di batas-batasnya, termasuk Lahan-lahan Parkir yang ada di dalamnya. DILARANG memetakan Lahan Parkir di dalam petanda sebagai petanda yang berbeda.
    2. Jalan-jalan di dalam petanda ini TIDAK BOLEH ditambahkan juga, karena tidak memberikan manfaat.
    3. Gunakan format TPU/TMP <Nama Pemakaman> untuk penamaan. Contoh: TPU Karet Bivak, TMP Kalibata.
    4. Nama Pemakaman tersebut HARUS terdapat di penamaan. Pemakaman yang tidak diberikan nama seperti Kuburan, Pemakaman tanpa ada nama di belakangnya akan dihapus.
  9. Pemadam Kebakaran/Layanan Darurat (Fire Department/Emergency Service)
    1. Dipetakan di batas-batasnya, termasuk Lahan-lahan Parkir yang ada di dalamnya. DILARANG memetakan Lahan Parkir di dalam petanda sebagai petanda yang berbeda.
    2. HARUS menggunakan format Damkar <Nama Daerah> untuk penamaan. Contoh: Damkar Puri Indah.
  10. Kantor Pos (Post Office)
    1. Dipetakan di batas-batasnya, termasuk Lahan-lahan Parkir yang ada di dalamnya. DILARANG memetakan Lahan Parkir di dalam petanda sebagai petanda yang berbeda.
    2. HARUS menggunakan format Kantor Pos <Nama Daerah> untuk penamaan. Contoh: Kantor Pos Puri Indah.

Lainnya (Other)

  1. Lainnya (Other) - Tidak digunakan.