The new Waze Wiki, aka Wazeopedia, is now live at Wazeopedia.waze.com! While this legacy wiki will remain accessible for the time being, it is no longer updated by the community. For the most up-to-date guidance, please visit your local Wazeopedia.

Please do not make any more updates to these legacy wiki pages, all future updates should be made in your country's local Wazeopedia.

Clock over a larger globe

Panduan tipe Jalan

From waze
Revision as of 11:03, 24 August 2015 by Andylaode (Talk | contribs)

(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)
Jump to: navigation, search
This new page is currently undergoing modifications. The information and guidance is currently considered accurate enough to be followed now. Content is being prepared by one or more users. Do not make any changes before you post a message in this forum.

Pendahuluan

Situasi dan kondisi jalan di Indonesia sangat berbeda dengan negara-negara lain, baik peruntukan, fungsi dan lain sebagainya. Jika Map Waze yang tersedia diadopsi langsung kepada kondisi jalan yang ada, maka perlu diadakan penyesuaian. Untuk itu kita lihat terlebih dahulu peruntukan jalan yang ada di Indonesia

Peruntukan jalan di wilayah Indonesia menurut UU no 38 tahun 2004 tentang Jalan:

Jalan Umum

Dikelompokan menjadi:

Sistem

  1. Jalan Primer: Distribusi Lingkup Nasional
  2. Jalan Sekunder: Distribusi Lingkup Perkotaan

Fungsi

  1. Jalan Arteri : melayani angkutan utama (jarak jauh)
  2. Jalan Kolektor: melayani angkutan pengumpul atau pembagi (jarak sedang)
  3. Jalan Lokal: melayani angkutan setempat (jarak dekat)
  4. Jalan Lingkungan: melayani angkutan lingkungan (jarak dekat)

Status

  1. Jalan Provinsi: merupakan jalan arteri dan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan antaribukota provinsi, dan jalan strategis nasional, serta jalan tol. (Jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi)
  2. Jalan Kabupaten: jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan ibukota provinsi dengan ibukota kabupaten/kota. (Jarak sedang, kecepatan rata-rata rendah)
  3. Jalan Kota: jalan lokal dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan ibukota kabupaten dengan ibukota kecamatan, antar ibukota kecamatan. (Jarak dekat, kecepatan rata-rata rendah)
  4. Jalan Desa: jalan umum yang menghubungkan kawasan dan/atau antar permukiman di dalam desa, serta jalan lingkungan.

Kelas

  1. Jalan bebas hambatan
  2. Jalan raya
  3. Jalan sedang
  4. Jalan kecil

Jalan Khusus

Jalan khusus diciptakan bukan untuk lalu lintas umum. Dengan kata lain jalan ini dibuat untuk keperluan tertentu.







Pengadopsian tipe jalan Waze

Dari 4 pengelompokan jalan umum yang diterapkan oleh pemerintah (tidak termasuk jalan khusus), penerapan yang paling mendekati untuk diterapkan pada peta di waze adalah dengan menggunakan pengelompokan dengan Kelas berdasarkan Status jalan yang ada di Indonesia

Pada Waze, tipe jalan yang bisa dilalui dengan kendaraan (bermotor) dan bisa dipergunakan untuk Routing Navigasi ada 7:

Highways:

  1. Freeways
  2. Major Highways
  3. Minor Higways
  4. Ramp

Streets:

  1. Primary street
  2. Street
  3. Service Road


Tipe Jalan yang bisa dilalui dengan/tanpa kendaraan dan tidak bisa dipergunakan Routing Navigasi ada 3:

Other-Drivable

  1. Dirt Road/4X4 Trail
  2. Parking Load Road
  3. Private Road



Ada juga beberapa tipe tambahan:

Non Drivable:

  1. Walking Trails
  2. Pedestrian Boardwalk
  3. Stairway
  4. Railroad
  5. Runway/Taxiway